Apa Itu Scaffolding: Jenis, Fungsi, Perbedaan & Ukuran

Anang

Apa Itu Scaffolding

Di dalam dunia konstruksi bangunan, terdapat cukup banyak istilah yang mempunyai arti tersendiri. Nah, salah satu komponen atau struktur penting yang nantinya akan mempermudah pekerja dalam melakukan tugasnya yaitu scaffolding.

Bagi orang awam di dunia konstruksi bangunan, mungkin akan merasa asing dengan istilah tersebut. Di Indonesia sendiri, komponen tersebut juga sering dikenal dengan nama perancah. Meskipun demikian, masih banyak orang di luar sana bertanya-tanya tentang apa itu scaffolding.

Secara garis besarnya, scaffolding artinya sebuah bangunan (platform) sementara dibuat sebagai penyangga sejumlah komponen di konstruksi bangunan. Struktur tersebut nantinya akan dibedakan menjadi beberapa jenis dengan ukuran bervariasi.

Namun, perlu diingat bahwa sekarang harga scaffolding di pasaran masih terbilang cukup mahal. Jika kalian mengalami kendala keterbatasan dana, maka tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan jasa sewa perlengkapan scaffolding. Untuk memahami apa itu scaffolding, simak terus ulasannya.

Apa Itu Scaffolding?

Seperti sudah disinggung di awal, scaffolding menjadi salah satu istilah umum di dalam dunia konstruksi bangunan. Dimana istilah tersebut nantinya harus dipahami oleh semua orang yang bekerja atau bergelut di bidang pembangunan proyek, entah itu dalam skala kecil maupun besar.

Akan tetapi, banyak orang awam di luar sana mengeluhkan bahwa mereka belum memahami secara detail terkait apa itu scaffolding. Dilihat dari segi kegunaannya, scaffolding adalah konstruksi sementara yang dimanfaatkan sebagai penyangga beberapa komponen di dalam suatu proyek.

Pada intinya, material tersebut nantinya akan digunakan sebagai perancah atau penyangga bahan material maupun tenaga kerja ketika melakukan pekerjaan pada bagian tinggi dan sulit dijangkau. Artinya, scaffolding mempunyai peran penting dalam berlangsungnya pekerjaan konstruksi bangunan.

Kemudian scaffolding juga sebenarnya termasuk ke dalam salah satu elemen penting di K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya komponen tersebut mempunyai peran penting dalam mencegah dan meminimalisir ataupun mengurangi angka kecelakaan kerja.

Fungsi Scaffolding

Setelah memahami apa itu scaffolding, maka selanjutnya tinggal mencari tahu apa saja fungsinya. Tidak hanya digunakan saat membangun rumah saja, namun komponen tersebut juga biasanya digunakan ketika seorang pekerja ingin memelihara serta memperbaiki suatu bangunan.

Dengan kata lain, perancah mempunyai peran atau fungsi sangat vital dalam menjamin keselamatan setiap pekerja konstruksi. Daripada penasaran, berikut akan kami berikan apa saja fungsi maupun kegunaan penggunaan perancah di dalam konstruksi bangunan.

  • Sebagai lantai kerja supaya pekerja bisa berdiri serta melakukan pekerjaan secara mudah dan aman di ketinggian.
  • Sebagai lantai kerja guna menempatkan bahan serta logistik kebutuhan konstruksi bangunan.
  • Sebagai platform dan bagian untuk berjalan bagi para pekerja.
  • Sebagai penyangga suatu bangunan belum selesai dikerjakan.

Mengingat fungsi steger cukup penting di dalam konstruksi bangunan, maka harus benar-benar diperhatikan ketika ingin membeli atau menyewanya. Jika kalian berencana menyewa scaffolding, maka akan lebih baik jika rincian biayanya dimasukkan ke dalam RAB pembangunan.

Jenis Scaffolding

Ketika ingin memahami seluk beluk apa itu scaffolding, maka tentunya kalian juga harus mencari tahu beberapa jenis-jenisnya. Perlu diketahui, di Indonesia sendiri perancah bangunan dapat terbuat dari berbagai macam bahan, mulai dari aluminium, bambu serta baja.

Mungkin aluminium dan baja menjadi material paling umum digunakan sebagai pembuatan scaffolding. Agar lebih jelasnya, langsung saja perhatikan baik-baik pembahasan mengenai apa saja jenis-jenis scaffolding di dalam dunia konstruksi bangunan berikut.

1. Aerial Lift

Jenis pertama ini umumnya digunakan pada proyek konstruksi yang membutuhkan pekerjanya mengakses berbagai tingkat berbeda dalam satu hari kerja. Tidak hanya digunakan untuk memindahkan tenaga kerja saja, namun aerial lift juga bisa dimanfaatkan mengangkut bahan material dalam jumlah besar.

2. Scaffolding Kantilever

Kemudian ada scaffolding kantilever yang digunakan untuk keluar dari sebuah bangunan di suatu sudut terpisah. Biasanya, komponen ini dibutuhkan ketika ingin menghilangkan kebutuhan bingkai maupun tiang pengganggu proses pembangunan.

3. Scaffolding Ganda

Pada awalnya, scaffolding ganda digunakan untuk meringankan pekerjaan tukang batu. Pasalnya, steger nantinya akan memberi ruang bagi para pekerja ketika bekerja di ketinggian tanpa harus membuat struktur menempel di batu.

4. Scaffolding Paten

Sesuai namanya, scaffolding jenis paten mempunyai pemasangan sambungan serta bingkai khusus. Struktur tersebut juga nantinya akan dilengkapi dengan bracket untuk mendukung platform kerja dan tentunya bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

5. Scaffolding Tunggal

Perancah tunggal menjadi salah satu konstruksi model tertua di Indonesia. Biasanya, komponen ini dimanfaatkan oleh para pekerja bangunan dalam pemasangan dinding bata. Meskipun terbilang sederhana, namun konstruksi ini mampu menciptakan struktur kokoh dalam menopang komponen di atasnya.

6. Scaffold yang Ditangguhkan

Scaffold yang ditangguhkan merupakan sebuah struktur perancah siap pakai untuk membantu pekerjaan perbaikan, termasuk pengecatan. Dimana konstruksi ini nantinya akan digantung di atap gedung menggunakan kawat, tali maupun rantai.

7. Scaffold yang Didukung

Selanjutnya yaitu ada scaffold yang didukung sebagai jenis paling sering digunakan di dalam dunia konstruksi bangunan. Salah satu alasan kenapa banyak pekerja lebih memilih menggunakan perancah jenis ini yaitu karena mempunyai model sederhana, hemat biaya serta mudah dalam proses pemasangannya.

8. Trestle Scaffolding

Jenis scaffolding terakhir yang sering digunakan di dunia konstruksi bangunan yaitu trestle scaffolding. Pada umumnya, struktur ini digunakan di ruangan kecil sebagai penyangga tenaga kerja dalam melakukan pengecatan maupun perbaikan kecil.

Perlu diketahui, sebenarnya saat ini mencari jasa sewa steger yang menyediakan secara lengkap untuk semua jenis-jenisnya terbilang cukup sulit. Namun, jangan khawatir karena kami juga menyediakan jasa penyewaan scaffolding yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan serta anggaran yang dimiliki oleh pelanggan. Apalagi bulan ini kami memberikan promo khusus bagi para pengunjung Jaslan.co.id yang ingin sewa scaffolding.

Bagian Scaffolding

Bagian Scaffolding
Source: superiorscaffoldingauckland.co.nz

Kurang lengkap rasanya apabila sudah memahami apa itu scaffolding, apa kegunaannya hingga apa saja jenis-jenisnya, namun tidak mengetahui bagian-bagiannya. Dimana setiap bagian perancah tersebut tentunya mempunyai fungsinya masing-masing.

Oleh sebab itu, memahami bagian scaffolding menjadi langkah penting ketika ingin menyewa untuk memenuhi kebutuhan konstruksi pembangunan. Agar lebih jelasnya, berikut kami jelaskan mengenai apa saja bagian-bagian scaffolding.

  • Pelat Dasar
    • Terbuat dari bahan baja dengan patok di bagian tengah untuk menahan pipa sebagai penyangga beban.
  • Clamp/Coupler/Fitting
    • Berguna untuk menyambung pipa atau mengunci antar pipa sehingga bisa sesuai dengan kebutuhan ukuran konstruksi.
  • Cross Ledger Brace
    • Menjaga kekuatan struktur pernacah agar lebih kuat dan kokoh.
  • Sway Brace
    • Menahan konstruksi perancah agar tidak bergoyang ketika dipijak oleh pekerja.
  • Intermediate Transom
    • Berfungsi untuk menopang scaffold board sebagai pijakan pekerja.
  • Ledger
    • Mempunyai bentuk pipa mendatar sebagai penghubung dan penopang standard.
  • Main Transom
    • Berfungsi sebagai penopang board agar pekerja lebih stabil dan seimbang ketika menginjaknya.
  • Scaffold
    • Membantu para pekerja dalam meletakkan material atau peralatan lainnya.
  • Standard
    • Berbentuk tiang atau pipa tegak untuk membagi seluruh beban ke tanah.
  • Papan Pelapis
    • Membantu standard agar mampu menyebar beban menjadi lebih baik ketika menopang pekerja atau bahan material.
  • Pipa
    • Digunakan untuk disambungkan satu sama lain supaya mampu memberikan kekuatan dan kekokohan dalam perancangan steger.
  • Penghubung Sambungan
    • Sebagai penghubung sambungan antar dua pipa saling terhubung dan memanjang.
  • Catwalk
    • Berguna sebagai tempat berpijak oleh pekerja atau bahan material bangunan antar main frame.

Ukuran Scaffolding

Di atas sudah dijelaskan secara lengkap mengenai apa itu scaffolding, apa fungsinya hingga apa saja jenis dan bagian-bagiannya. Nah, selanjutnya kalian juga pastinya harus memahami berapa ukuran standar struktur tersebut di dalam dunia konstruksi bangunan.

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, nantinya ukuran steger akan ditentukan berdasarkan jenis ataupun tipenya. Selain itu, perlu dipahami juga bahwa ukuran material juga akan mempengaruhi besaran harga maupun ongkos jasa penyewaannya.

Maka dari itu, pastikan ukuran perancah sesuai dengan kebutuhan konstruksi bangunan terlebih dahulu sebelum menyewanya. Agar lebih jelasnya, berikut akan kami informasikan beberapa ukuran standar scaffolding untuk masing-masing jenisnya.

JenisTinggiLebar
Scaffold Set MF 190190 cm120 cm
Scaffold Set MF 170170 cm120 cm
Scaffold Set LF 120120 cm120 cm
Scaffold Set LF 9090 cm120 cm

Sebagai informasi tambahan, biasanya ukuran di atas nantinya juga akan menjadi acuan standar beberapa brand ataupun perusahaan produsen pembuat scaffolding. Hanya saja mungkin ada sedikit perbedaan dari segi kualitas bahan dalam pembuatan perancah bangunan tersebut.

Hadirnya beragam ukuran steger di atas tentunya akan membuat kalian memilih serta menentukan jenis yang sesuai dengan konstruksi proyek bangunan. Untungnya, kami menyediakan penyewaan scaffolding untuk semua ukuran di atas dan pastinya dengan harga bersahabat.

Kelebihan Scaffolding

Sebagai salah satu komponen di dalam konstruksi bangunan, tentunya scaffolding mempunyai berbagai macam keunggulan menguntungkan bagi para pekerja. Salah satu contohnya yaitu membuat akses pembangunan di area tinggi menjadi lebih mudah dan efisien.

Hal itu menjadikan banyak orang lebih memilih steger dari besi atau baja dibandingkan menggunakan perancah terbuat dari bambu maupun kayu. Sebagai bahan gambaran, di bawah ini akan kami beritahukan beberapa kelebihan ataupun keunggulan perancah.

1. Memudahkan Akses Pekerja

Seperti diketahui, komponen steger memungkinkan para pekerja mendapatkan akses tanpa hambatan ke hampir semua area struktur proyek. Selain itu, tentunya akses tersebut juga dapat dipastikan stabil dari tingkat keamanannya.

2. Menjaga Keseimbangan Pekerja

Berbicara mengenai keamanan, scaffolding memberikan para pekerja pijakan kuat. Struktur tersebut juga memberi para pekerja kemampuan untuk menyeimbangkan diri dalam posisi berbeda pada saat melakukan tugasnya.

3. Konstruksi Sederhana

Salah satu alasan kenapa banyak orang lebih memilih scaffolding daripada bambu untuk dijadikan steger yaitu karena kemudahannya. Dimana perancah ini relatif mudah untuk dirakit dan dibongkar serta bisa dipasang maupun diturunkan dengan cukup cepat.

4. Tahan Lama

Hampir semua material berbahan dasar besi maupun baja mempunyai sifat tahan lama, termasuk pada kerangka steger. Akan tetapi, tentunya sebagai pemilik juga kalian harus rajin-rajin merawat material agar tidak terkena karat ataupun korosi.

5. Keselamatan Terjamin

Sesuai anjuran dari aturan K3, keamanan dan keselamatan merupakan salah satu hal penting di dalam sebuah konstruksi pekerjaan. Untungnya, scaffolding memberi para pekerja platform yang stabil untuk menunjang pekerjaan mereka.

6. Fleksibilitas

Selain sebagai pijakan, perancah juga bisa dimanfaatkan sebagai jembatan. Dimana hal ini bisa digunakan di sejumlah kegiatan konstruksi mengharuskan para pekerja menempuh rute panjang dan berliku ketika ingin mencapai lokasi tertentu di proyek.

7. Perlindungan Lingkungan

Selanjutnya perancah bangunan tersebut juga bisa membantu melindungi lingkungan sekitar dari kerusakan atau pencemaran akibat pekerjaan konstruksi. Artinya, menggunakan perancah bisa membuat pekerjaan menjadi lebih aman, efisien serta efektif.

8. Efisiensi Kerja

Keuntungan terakhir menggunakan scaffolding yaitu memungkinkan para pekerja untuk melakukan tugasnya menjadi lebih efisien dan efektif. Pasalnya, melalui perancah memungkinkan pekerja dapat mencapai area kerja dengan lebih mudah dan cepat sehingga menghemat waktu serta biaya proyek.

Kekurangan Scaffolding

Meskipun mempunyai sejumlah keunggulan, namun tetap saja bahwa material bahan bangunan pastinya mempunyai beberapa kekurangan. Oleh karena itu, berikut akan kami berikan apa saja kekurangan scaffolding di dalam konstruksi bangunan.

1. Beban Harus Disesuaikan

Ketika para pekerja menggunakan perancah atau steger, maka beban di atasnya harus disesuaikan. Adapun salah satu tujuannya yaitu agar nantinya para pekerja tidak terjatuh karena scaffolding kelebihan beban atau muatan.

2. Membutuhkan Tenaga Kerja Terlatih

Menggunakan steger juga membutuhkan adanya kehati-hatian para pekerja dan pastinya harus sesuai dengan instruksi maupun arahan K3. Oleh sebab itu, para pekerja harus dilatih di sekitar perancah dengan benar sebelum menggunakannya.

3. Sensitif Terhadap Cuaca

Kekurangan selanjutnya yaitu sensitif terhadap cuaca. Bekerja di ketinggian pada sebuah konstruksi bangunan yang sebagian besar strukturnya bisa sangat berbahaya pada saat cuaca berubah. Sebagai contoh pada saat musim hujan, maka papan pada perancah bisa menjadi licin.

4. Harga Material Mahal

Seperti sudah disinggung di awal, di pasaran Indonesia saat ini harga steger masih terbilang cukup mahal. Dimana di pasaran Indonesia sendiri saat ini scaffolding dijual dengan satuan per set. Maka dari itu, adanya jasa sewa scaffolding memberikan opsi terbaik bagi mereka ketika mengalami keterbatasan anggaran dana saat ingin membangun ataupun merenovasi rumah.

Perbedaan Scaffolding dengan Steger

Meskipun sudah memahami apa itu stegger, namun mungkin masih ada orang awam di luar sana yang bertanya-tanya tentang perbedaan konstruksi tersebut dengan steger. Secara garis besarnya, scaffolding merupakan istilah bahasa inggris dari kata perancah.

Sedangkan steger ialah bentuk bahasa Indonesia dari steiger yang dalam bahasa Belanda mempunyai arti sebagai perancah. Pada intinya, scaffolding dengan steger mempunyai arti serupa, yaitu sebuah perancah berfungsi untuk menopang tenaga kerja serta material bahan bangunan.

Jadi, kedua komponen tersebut sama-sama mempunyai tujuan atau manfaat untuk memudahkan para pekerja dalam melakukan tugasnya di proyek. Biasanya steger atau perancah bangunan ini terbuat dari beberapa pilihan material, mulai dari bambu, kayu, aluminium, besi hingga baja.

Kesimpulan

Dari pembahasan Jaslan.co.id di atas dapat disimpulkan bahwa scaffolding menjadi komponen penting pada saat seseorang ingin membangun atau merenovasi sebuah bangunan. Nantinya struktur ini akan membantu para pekerja menjangkau konstruksi di area tinggi serta yang tidak bisa dijangkau.

Demikian sekiranya penjelasan seputar apa itu scaffolding mulai dari pengertian, fungsi, jenis, bagian hingga ukuran standarnya. Semoga informasi di atas dapat dijadikan sebagai bahan gambaran ketika ingin membeli ataupun menyewa scaffolding untuk memenuhi kebutuhan konstruksi bangunan.

Editor: Ari Prasetyo.

Bagikan:

Anang

Penulis Jaslan.co.id yang Lebih Berpengalaman Dalam Hal Konten Kontruksi dan Bangunan. Pertanyaan dan Saran Seputar Artikel Saya, Silahkan Hubungi Lewat Komentar.

Tinggalkan komentar